7 Motif Batik Klasik Yang Populer

jual kain shibori murah
Inilah Kain Shibori Yang Sedang Disukai
November 24, 2016
5 Keunikan Kota Solo
December 1, 2016

7 Motif Batik Klasik Yang Populer

Motif Semen

Motif Batik Klasik yang populer ini setidaknya adalah yang sering kita sebut dan dengar terutama dari para pecinta batik atau sedang berbelanja dan beberapa yang sering di tanyakan ke saya.

Oh ya, kebetulan sekali motif batik klasik ini banyak dipengaruhi atau berasal dari batik kraton yang memang diabadikan dan digunakan untuk prosesi acara tertentu dan menjadi daya tarik bagi yang melihatnya.

Batik Vorstenlanden dan Batik Keraton

Sebelum menulis batik klasik, saya mencoba memaparkan dari referensi yag saya baca yakni dari bukunya Adi Kusriyanto tahun 2013 tentang Batik, Filosofi, Motif dan Kegunaan.

Batik Vorstenlanden tumbuh dalam wilayah-wilayah kerajaan yang menjadi pusat berkembangnya batik dan mencapai puncak kemegahan seni batik nusantara terutama di Kesultanan Surakarta. Batik-batik ini memiliki warna yang lebih statis seperti warna Coklat atau dragemsogan — kemudian populer dengan batik sogan — , warna biru tua (wulung) dan warna putih dan hitam.

Di luar wilayah tersebut muncul dengan sebutan batik pesisiran yang lebih dinamis dengan warna yang lebih luas.

7 Motif Batik Klasik Yang Populer

1. Motif Parang

Motif Parang

Sumber : KeSolo.Com

Batik Parang adalah salah satu motif batik yang paling tua di Indonesia. Yang kita tahu dan beberapa mengatakan kalau parang diambil dari senjata yakni parang yang sering digunakan dalam menyambit rumbut dan memotong, namun dalam konteks batik konon Parang berasal dari kata Pereng yang memiliki arti  lereng. Motifnya digambarkan dengan sebuah garis menurun dari tinggi ke rendah secara diagonal 63 derajat.  Lantas kita melihat sebuah susunan seperti huruf S yang sambung menyambung dan tidak terputus. Ini dimaknai dengan sebuah kesinambungan. Bentuk dasar huruf S diambil dari ombak samudra yang menggambarkan semangat yang tidak pernah padam. Batik ini merupakan batik asli Indonesia yang sudah ada sejak zaman keraton Mataram Kartasura (Solo).Wikipedia.

2. Motif Kawung

Motif batik ini sudah saya tulis di Batik Kawung dan Maknanya.

3. Motif Sekarjagad

Motif Sekar Jagat

Motif Batik Sekar Jagad merupakan salah satu motif batik khas Indonesia. Motif yang berasal dari kata sekar yang berarti bunga dan jagat yang berbarti dunia ini mengandung makna kecantikan dan keindahan yang membuat orang akan mengaguminya. Ada pula yang beranggapan bahwa motif Sekar Jagad sebenarnya berasal dari kata “kar jagad” yang diambil dari bahasa Jawa (Kar=peta; Jagad=dunia), sehingga motif ini juga melambangkan keragaman di seluruh dunia. (wikipedia).

4. Motif Sidomukti, Sidoasih, Sidomulyo dan Sidoluhur

batikganitri7

Kerap digunakan oleh sepasang pengantin baik sewaktu panggih maupun ijab qobul. Maknanya adalah penuh kasih dan kebaikan antar sesama khususnya bagi sepasang pengantin yang akan mengarungi bahtera rumah tangga dan hidup penuh kemuliaan.

Bentuk motif ini pada memiliki banyak kesamaan sehingga banyak yang megalami kesulitan untuk membedakannya.

Sido Mukti

Batik Sida Mukti meruapakan motif batik yang biasanya terbuat dari zat pewarna soga alam. Biasanya digunakan sebagai kain dalam upacara perkawinan. Unsur motif yang tekandung didalamnya adalah gurda. Motif-motif berawalan sida (dibaca sido) merupakan golongan motif yang banyak dibuat para pembatik. Kata “sida” sendiri berarti jadi/menjadi/terlaksana. Dengan demikian, motif-motif berawalan “sida” mengandung harapan agar apa yang diinginkan bias tercapai. Salah satunya adalah sida mukti, yang mengandung harapan untuk mencapai kebahagiaan lahir dan batin.

Sido Asih

Motif-motif berawalan sida (dibaca sido) merupakan golongan motif yang banyak dibuat para pembatik. Kata “sida” sendiri berarti jadi/menjadi/terlaksana. Dengan demikian, motif-motif berawalan “sida” mengandung harapan agar apa yang diinginkan bias tercapai. Makna dari motif Sida Asih (dibaca Sido Asih) adalah harapan agar manusia mengembangkan rasa saling menyayangi dan mengasihi antar sesama.

Sido Mulyo

Sidomulyo merupakan salah satu jenis batik dari Surakarta, Jawa Tengah. Corak ini secara struktur merupakan pola dasar geometrik yang membentuk bidang-bidang persegi. Masing-masing bidang diisi dengan motif, misalnya motif pohon hayat, motif kupu-kupu, motif bangunan, dan motif garuda. Motif selingan berupa garis geometrik yang dipadu dengan motif lung-lungan secara variatif menghiasi ruang kosong di antara motif utama dan merupakan elemen pengisi, sebagai bagian dari tata susun batik sekaligus untuk membentuk keseimbangan komposisi. Motif sidomulyo secara keseluruhan memberikan satu-kesatuan pola susunan batik, dipadukan dengan motif isen (isian) terdiri dari cecek (titik-titik) yang dipadu dengan garis yang diterapkan pada motif batik pokok ataupun pada selingan merupakan variasi untuk memberikan rasa indah pada batik.

Hampir sama juga dengan sidoluhur, motif dasar batik ini yaitu wajik, tetapi detail serta warnanya lebih muda. Filosofi dari batik motif sido mulyo yaitu harapan supaya keluarga yg dibina selalu menerus memperoleh kemuliaan walau memperoleh satu kesusahan. Dengan kata lain Motif batik sidomulyo mempunyai arti hidup bahagia dan tentram. Konon, Pemakai kain batik Sido Mulyo akan menjalani kehidupan yang bahagia dan terhormat. Wikipedia

Sido Luhur

Batik Sida Mukti meruapakan motif batik yang biasanya terbuat dari zat pewarna soga alam. Biasanya digunakan sebagai kain dalam upacara perkawinan. Unsur motif yang tekandung didalamnya adalah gurda. Motif-motif berawalan sida (dibaca sido) merupakan golongan motif yang banyak dibuat para pembatik. Kata “sida” sendiri berarti jadi/menjadi/terlaksana. Dengan demikian, motif-motif berawalan “sida” mengandung harapan agar apa yang diinginkan bias tercapai. Salah satunya adalah sida mukti, yang mengandung harapan untuk mencapai kebahagiaan lahir dan batin.

5. Motif Truntum

Motif Truntum

Sumber : http://batik-pattern.blogspot.com/

Motif Truntum yang diciptakan oleh Kanjeng Ratu Kencana (Permaisuri Sunan Paku Buwana III) bermakna cinta yang tumbuh kembali. Dia menciptakan motif ini sebagai symbol cinta yang tulus tanpa syarat, abadi, dan semakin lama semakin terasa subur berkembang (tumaruntum). Karena maknanya, kain bermotif truntum biasa dipakai oleh orang tua pengantin pada hari penikahan. Harapannya adalah agar cinta kasih yang tumaruntum ini akan menghinggapi kedua mempelai. Kadang dimaknai pula bahwa orang tua berkewajiban untuk “menuntun” kedua mempelai untuk memasuki kehidupan baru.

6. Motif Megamendung

Motif Mega Mendung

Sebagian menggunakan motif mega mendung, koleksi Batik Ganitri

Motif batik Megamendung merupakan karya seni batik yang identik dan bahkan menjadi ikon batik daerah Cirebon dan daerah Indonesia lainnya. Motif batik ini mempunyai kekhasan yang tidak ditemui di daerah penghasil batik lain. Bahkan karena hanya ada di Cirebon dan merupakan masterpiece, Departemen Kebudayaan dan Pariwisata akan mendaftarkan motif megamendung ke UNESCO untuk mendapatkan pengakuan sebagai salah satu warisan dunia.

Motif megamendung sebagai motif dasar batik sudah dikenal luas sampai ke manca negara. Sebagai bukti ketenarannya, motif megamendung pernah dijadikan cover sebuah buku batik terbitan luar negeri yang berjudul Batik Design, karya seorang berkebangsaan Belanda bernama Pepin van Roojen. Kekhasan motif megamendung tidak saja pada motifnya yang berupa gambar menyerupai awan dengan warna-warna tegas, tetapi juga nilai-nilai filosofi yang terkandung di dalam motifnya. Hal ini berkaitan erat dengan sejarah lahirnya batik secara keseluruhan di Cirebon. H. Komarudin Kudiya S.IP, M.Ds, Ketua Harian Yayasan Batik Jawa Barat (YBJB) menyatakan bahwa:

“ Motif megamendung merupakan wujud karya yang sangat luhur dan penuh makna, sehingga penggunaan motif megamendung sebaiknya dijaga dengan baik dan ditempatkan sebagaimana mestinya. Pernyataan ini tidak bermaksud membatasi bagaimana motif megamendung diproduksi, tapi lebih kepada ketidaksetujuan penggunaan motif megamendung untuk barang-barang yang sebenarnya kurang pantas, seperti misalnya pelapis sandal di hotel-hotel.

7. Motif Semen

Motif Semen

Koleksi Batik Ganitri

Motif Semen dimaknai sebagai penggambaran dari “kehidupan yang semi” (kehidupan yang berkembang atau makmur). Terdapat beberapa jenis ornamen pokok pada motif-motif semen. Yang pertama adalah ornamen yang berhubungan dengan daratan, seperti tumbuh-tumbuhan atau binatang berkaki empat. Kedua adalah ornament yang berhubungan dengan udara, seperti garuda, burung dan megamendung. Sedangkan yang ketiga adalah ornament yang berhubungan dengan laut atau air, seperti ular, ikan dan katak. Jenis ornament tersebut kemungkinan besar ada hubungannya dengan paham Triloka atau Tribawana. Paham tersebut adalah ajaran tentang adanya tiga dunia; dunia tengah tempat manusia hidup, dunia atas tempat para dewa dan para suci, serta dunia bawah tempat orang yang jalan hidupnya tidak benar/dipenuhi angkara murka.

Selain makna tersebut motif Semen Rama sendiri seringkali dihubungkan dengan cerita Ramayana yang sarat dengan ajaran Hastha Brata atau ajaran keutamaan melalui delapan jalan. Ajaran ini adalah wejangan keutamaan dari Ramawijaya kepada Wibisana ketika dinobatkan menjadi raja Alengka. Jadi “Semen Romo” mengandung ajaran sifat-sifat utama yang seharusnya dimiliki oleh seorang raja atau pemimpin rakyat.

Sebenarnya masih banyak lagi motif batik yang populer, namun sementara ini kita bahas 7 terlebih dahulu karena memang motif tersebut diatas yang banyak dicari khususnya yang sering didengar di kalangan pemburu batik klasik.

Lihat juga : 7 Kota Batik Yang Populer di Indonesia

  • Sumber penting : wikipedia.
  • Buku : Adi Kusrianto, Batik, Filosofi, Motif dan Kegunaan.
Summary
7 Motif Batik Klasik Yang Populer
Article Name
7 Motif Batik Klasik Yang Populer
Description
Motif Batik Klasik yang populer ini setidaknya adalah yang sering kita sebut dan dengar terutama dari para pecinta batik
Author
Publisher Name
Batik Ganitri
Publisher Logo
Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

3 + nineteen =